Puisinya Fatkhul Hikam

Just another WordPress.com weblog

Bercinta sebelum dicinta February 16, 2011

Filed under: Uncategorized — maqdiraliya @ 3:08 am

Lihatlah di balik hatiku
tiada cinta di dalamnya
tiada hasrat yang membara
tak ada api yang membiru

Lihatlah di rona mukaku
adakah secuil kerinduan untukmu?
adakah seuntai rasa syahdu?
yang kusisakan sekiranya hendak bersua denganmu…

Tak
Tiada tampak

Lalu kenapa kau gairahkan hasratmu
padahal cinta belum lagi terbau
padahal rinduku selalu semu
sadarkah engkau…

Perawan-perawan jalang
lalu lalang menantang malam
tanpa tahu hasratnya menantang
hidung belang tanpa perasaan

Wahai perawan kelam
Mana ada cinta
mana ada hati
yang ada hanya hasrat hewani
yang kau yakini sesudah pasti….

 

Berhenti Bertahan December 28, 2010

Filed under: Uncategorized — maqdiraliya @ 2:44 am

Dan kini aku berhenti bertahan
dan kini aku serasa di awan

aku menjauh
rasa indahmu
membuatku kelu
setiap hariku

Kau pergi saja
biarkanku terbang dan merana
kan kucari jalan sendiri
meronai hariku yang sunyi

Kau hilang tak apa
karena aku sudah mencoba
Tetapi engkau tak pernah peduli
kini aku kan berhenti bertahan

Biar, Jalan ini masih panjang
Biar, karena aku tak mampu
Biar, peluru menghambur
karena dunia pasti berputar

 

Berhenti Bertahan December 28, 2010

Filed under: Uncategorized — maqdiraliya @ 2:44 am

Dan kini aku berhenti bertahan
dan kini aku serasa di awan

aku menjauh
rasa indahmu
membuatku kelu
setiap hariku

Kau pergi saja
biarkanku terbang dan merana
kan kucari jalan sendiri
meronai hariku yang sunyi

Kau hilang tak apa
karena aku sudah mencoba
Tetapi engkau tak pernah peduli
kini aku kan berhenti bertahan

Biar, Jalan ini masih panjang
Biar, karena aku tak mampu
Biar, peluru menghambur
karena dunia pasti berputar

 

Kembali October 1, 2009

Filed under: ketuhanan — maqdiraliya @ 9:18 am
Tags:

Tangisku
Sedihku
nestapaku
duka
lara
pilu

:BERAT

Runtuh
puing
hancur
lantak
luluh
remuk

:BERAT

Lalu pada siapa ku mengadu
Lalu pada siapa ku mengeluh
Lalu pada siapa ku kan pergi
Lalu pada siapa ku kembali?

:P ADAMU

 

Ramadhan yang Kosong September 17, 2009

Filed under: puisi kosong — maqdiraliya @ 4:50 pm
Tags:

Kosong
tak ada bekas
:
tak ada tarawih
tak ada tadarus
tak ada amal
tak ada zakat

Semua biasa saja
berjalan normal
lancar
meski dapat lapar
meski dapat dahaga
meski dapat panas
meski miliki rasa nikmat

tetapi normal
tak istimewa
biasa saja

tak ada tangis
tak ada tawa
biasa saja

Kali ini kosong
kemarin kosong
besok lagi kosong
sekosong bebalku
sekosong bodohku

dunia: fana yang digendong
fana yang dicari
fana saat nanti

 

Ketika puisi tak lagi bermakna September 5, 2009

Filed under: Uncategorized — maqdiraliya @ 2:54 am

Apakah orang akan mendengar
Apalagi mengulas
Apalagi membahas
Kini puisi tak lagi bermakna

Adakah tangis karena puisi?
Adakah tawa sebab olehnya?
Adakah asa karenanya?
Padahal puisi tak lagi bermakna

Siapa yang akan memberi makna?
Mereka tak peduli

Adakah rasamu sampai: tak
Mungkinkah jiwamu berkoar: tak
Akankah suaramu didengar: tak

Siapa yang akan memberi makna
Mereka tak peduli

 

Sore August 31, 2009

Filed under: Uncategorized — maqdiraliya @ 9:43 am

langitmu redup
meringis
tirus

kau lihatlah
rang orang lalu lalang
jauhimu

kau tebaklah
apa yang mereka pkirkan
di deru
yang berdebu

langitmu redup
kadang menangis
membuat mereka meradang
seakan tak riang
hadapi sekarang

Sore: akankah kembali bagi mereka

 

Tidurmu August 10, 2009

Filed under: keluarga,persembahan — maqdiraliya @ 2:09 pm
Tags: ,

Tidurmu hangatkanku
Tidurmu buatku indah
Melihatmu bahagia
selepas penatmu

Senyummu lepas kala tidur
Indahmu nampak kala nyenyak
anganmu jauh kala mimpi
tangismu tinggi kala bangun

aku tersenyum
melihatmu air di jidatmu
yang mengkilap
agar bisa kuusap

aku senang
tangismu kadang membahana
membuatku bisa mendesis
mencoba tenangkanmu

aku pun bahagia
melihat polahmu
:apakah dulu aku seperti itu dengan kakekmu nenekmu

tidurmu
sadarkanku
bahwa aku mencintaimu
seperti eyangmu mencintaiku

 

Selamat Tinggal Burung Merak August 6, 2009

Filed under: persembahan — maqdiraliya @ 4:28 pm
Tags:

Kabar itu tak mengejutkan
Kabar itu pasti kan datang

Hanya saja lucu karena berurutan
lucu karena memang itu yang seharusnya
lucu karena Tuhan menginginkannya
lucu hingga semua orang terpana

Hai Burung Merak
berikan indahmu di sana
ledakkan tawamu di sana
ledakkan suaramu di sana
ledakkan tangismu di sana
ledakkan nestapamu di sana
kirimkan bungamu untuk dunia fana

Burung Merak
aku bukan ingin mendompleng tenarmu
aku bukan berhasrat seolah2 mengenalmu
aku bukan hendak mencari popularitas dengan pergimu
hanya
engkau memang pantas
engkau memang harus
: aku beri ucap selamat

Selamat atas karyamu
Selamat atas nama harummu
Selamat atas hasrat dan pedulimu
selamat pula atas pergimu
selamat atas dunia barumu

Selamat tinggal: wahai orang yang tak kukenal
selamat tinggal
kepakkan sayapmu
langit tujuh terpaku

 

Anakku August 5, 2009

Filed under: keluarga — maqdiraliya @ 10:31 am
Tags:

Anakku
Titipan Tuhanku
semangati hidupku
gelorai nadiku
warnai matrix jiwaku

Anakku
yang bukan punyaku
Aromamu mabukkan ku
hingga anganku terdepak
hingga sungsum bumi aku melaju
hingga tangis menyeruak sadarkanku

bahwa: engkau bukan milikku

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.